TUGAS BAHASA INDONESIA
A MOMENT TO REMEMBER
Nama : Nur Azizah Idris
Kelas : 3 exact 1
No.urut : 19
SMA NEGERI 3 MAKASSAR
Tahun Pelajaran 2010-2011
Judul cerpen : A Moment To Remember
Kerangka cerita :
Permulaan
Pertemuan secara tidak sengaja antara tokoh wanita (Alice Rembrant) dan tokoh pria (Keanu Reeves).
Pertemuan kembali antar keduanya yang membuat Alice akhirnya jatuh cinta pada Keanu.
Dengan berbagai upaya, akhirnya mereka menikah.
Klimaks/konflik
Alice mulai mengalami kelupaan terhadap segala sesuatu, seperti lupa masakan dan lupa nama teman-temannya sendiri.
Alice lupa jalan untuk pulang ke rumah dan memanggil suaminya dengan nama mantan pacarnya (John).
Keanu membawa Alice kerumah sakit dan mengetahui bahwa sebenarnya Alice mengidap penyakit Alzeimer.
Alice dibawa dan dititip di panti rehabilitasi.
Penutup
Keanu menjemput Alice dari panti.
Keanu berusaha mengembalikan kenangan Alice dengan mereka ulang kejadian di awal pertemuan mereka.
Alice mengingat kembali suaminya dan mereka menghabiskan waktu bersama sampai saat terakhir tiba.
A Moment To Remember
7 juli 2010, 05.00pm. Stasiun kereta. Seorang gadis cantik dengan sebuah koper besar dan tas tangan yang tersampir di lengan, sedang duduk di tempat tunggu penumpang. Dia melengok ke kanan kiri mencari sosok pacarnya yang sebentar lagi akan pergi bersamanya. Pergi jauh. Kawin lari.
07.45pm. Stasiun kereta mulai sepi. Alice melihat jam tangannya, kenapa selama ini? Tanyanya dalam hati. Diapun memutuskan jika 15 menit lagi John tidak datang, dia memutuskan untuk pulang.
08.00pm. Di stasiun tinggal satu dua orang saja. Dengan aliran air mata, dia berjalan meninggalkan stasiun. Dia sebenarnya capek. Sangat capek. Capek dengan situasi yang tidak berpihak padanya. Dia sendiri bertanya-tanya, mengapa dia bisa menyukai John? Lelaki yang sudah memiliki istri dan satu anak. Lelaki yang setiap malam selalu ditunggu oleh keluarganya pulang kerja. Dia juga tidak tahu mengapa. Yang dia tahu pasti, sekarang dia telah putus dengan John. Dengan ketidakdatangan John di stasiun, menunjukkan bahwa John tidak ingin bersamanya lagi. Sudah berakhir.
Alice kemudian singgah di sebuah supermarket untuk membeli minuman kaleng. Dia harus membasahi tenggorokannya dengan sesuatu yang segar setelah mengalami kejadian yang sangat menguras pikirannya. Setelah membayar di kasir, diapun keluar. Dia menyeberang jalan depan supermarket ketika tiba tiba dia teringat bahwa dia lupa mengambil minuman yang sudah dibayarnya di meja kasir tadi. Dengan tergesa-gesa diapun kembali untuk mengambilnya. Dari kejauhan dia melihat seorang lelaki berpenampilan kusut yang minum sebuah minuman kaleng, berdiri di pintu supermarket. Bukankah itu minumanku? Dari luar jendela, dia melihat diatas meja kasir sudah tidak ada minuman yang dibelinya tadi. Lalu dia kembali menatap pria tadi, dengan marah dia menghampiri pria tersebut dan langsung merebut minuman yang sedang dipegangnya. Alice meminumnya sampai habis dan menyerahkan kalengnya pada pria tersebut. Keanu tertawa saja melihat apa yang baru saja dilakukan wanita dihadapannya tadi. Mungkin dia sedang depresi berat, pikirnya. Keanu pun pergi tanpa mengucapkan apa-apa.
Tidak lama seorang kasir supermarket menghampiri Alice, dia kasir yang tadi melayani Alice saat membayar minuman, dia lalu menyerahkan sebuah minuman kaleng dan dompet padanya.
“ Anda melupakan ini dia meja kasir”, kata karyawan tersebut.
“Terima kasih” , jawab Alice. Sejenak Alice melihat minuman dan dompet ditangannya.
Tunggu dulu. Bukannya aku sudah meminumnya tadi? Yang dipegang oleh pria tadi itu minumanku kan? Tanyanya dalam hati. Ah, dia keliru. Dengan secepat kilat, diapun berbalik mencari pria tadi. Dia mencari kesana kemari di sekitar supermarket. Nihil. Pria itu sudah pergi. Alice memandangi minuman di tangannya, dia merasa sangat bersalah. Setelah menghela nafas yang berat, dia pulang ke rumah.
***
“ Alice hari ini kamu harus ikut dengan papa ke lokasi bangunan yang akan papa bangun, papa akan mengajarimumu cara kerja orang-orang proyek di lokasi pembangunan” kata Ayah Alice. “Papa hanya tidak ingin membiarkan kamu setiap hari hanya melamun di kamar dan tidak melakukan apa-apa selain menangis. Kau tahu kan keputusanmu berpacaran dengan pria yang sudah memiliki istri itu sungguh mempermalukan keluarga kita. Jadi papa pikir cukup sampai disitu saja. Papa tidak akan mentolerir lagi jika kamu mengulangi kesalahan yang sama”, kata Ayah Alice.
Alice hanya menjawab dengan anggukan kepala.
***
Lokasi pembangunan ini sangat bising, berdebu dan kotor. Para pekerja berseliweran kesana-kemari. Alice mengikuti ayahnya dari belakang. Ayahnya ingin bertemu dengan mandor dari proyek pembangunan ini.
“Selamat siang, Pak Keanu” sapa Ayah Alice pada mandor tersebut.
Alice yang pada mulanya sibuk menoleh memperhatikan kerja para pekerja, menyadari bahwa ayah sedang berbicara dengan seseorang. Lalu dia maju ingin menyalami orang di hadapan ayahnya. Tapi lalu dia tersentak, dia sudah pernah bertemu dengan orang itu, dan pertemuannya pun sama sekali tidak menyenangkan alias memalukan. Ya, orang tersebut tidak lain adalah pria yang minumannya diminum paksa olehnya. Dia menunduk dengan secepat kilat. Berharap pria tersebut tidak mengenali dirinya.
“ hai, kamu yang di supermarket malam itu kan?”
“hah? Siapa?” jawab Alice, gagap. Pria itu tersenyum saja, dia tahu pasti, Alice hanya berpura-pura tidak mengenali dirinya.
“Apakah kau lupa? Kau kan yang…” kata pria itu berusaha menyinggung.
“Oh ya ya. Yang bertemu di supermarket. Aku ingat, haha”, jawabnya malu.
“Saya Keanu. Keanu Reeves”, kata pria itu sambil mengulurkan tangan.
“Alice. Alice Rembrant.”
***
Setelah pertemuan yang memalukan tadi Alice jadi kurang bersemangat. Alice berjalan lunglai menuju mesin penjual minuman. Dia membeli minuman kesukaannya, Coca Cola. Tingg, minuman keluar dari mesin. Alice mengulurkan tangan mengambil minuman tersebut. Tapi tanpa disangka-sangka sebuah tangan lain dengan cepat terulur mengambil minuman itu. Alice yang pada mulanya ingin marah, berbalik dan menemukan bahwa orang itu adalah Keanu. Pria yang dengan seenaknya Alice rebut minumannya. Gulk, gulk, gulk… minuman itu dengan cepat diminum oleh Keanu. Tidak berapa lama, minuman itupun habis. Lalu Keanu menyerahkan kaleng tempat minuman tadi pada Alice.
“thanks ya” kata Keanu sambil berlalu, tertawa.
Ya, Keanu membalas perlakuan Alice malam itu.
***
Alice tertawa sendiri memikirkan kejadian yang baru saja dialaminya. Pria itu membalas perlakuannya. Kalau dilihat-lihat, pria itu sebenarnya tidak jelek, malah bisa dikatakan di atas rata-rata. Dia memiliki dada yang bidang, tubuh yang tegap dan muka yang lumayan ganteng. Selama berhari-hari, tanpa disadari, Alice selalu memikirkan pria yang ada di supermarket tersebut. Pria Coca Cola. Siapa namanya? Keanu? Ya, Keanu. Pria yang tanpa disadari telah merebut hatinya.
***
Setelah berhari-hari memikirkan Keanu, Alice yang sudah sangat ingin bertemu kemudian memutuskan untuk menemui Keanu. Alice berhasil menemukan Keanu di tempat pembangunan tempo hari. Setelah melihat Keanu yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, Alice lalu membuntuti Keanu kesana kemari, menunggu saat yang tepat untuk menghampiri Keanu. Tepat saat Keanu masuk ke sebuah kedai pinggir jalan, Alice bertekad untuk menghampirinya. Dengan berjalan sebiasa mungkin, Alice menghampiri meja yang ditempati Keanu. Ternyata Keanu duduk bersama teman-temannya.
“Hai, kamu Keanu kan? Yang bekerja di pembangunan tempo hari?”
“Ya. Dan kamu cewek yang di supermarket tempo hari itu kan?”
“Hah? Ah, itu…” jawab Alice, gagap. “Oh ya, tadi aku sedang berjalan-jalan di sekitar sini lalu tidak sengaja melihat kamu, jadi nggak papa kan kalo aku duduk disini?”
Teman-teman Keanu memandangi Alice tanpa berkedip. Sebenarnya Wanita secantik Alice jarang ada di lingkungan mereka sehingga setelah mereka dapat melihat orang secantik Alice dari dekat, mereka hanya bisa bengong.
“Ya, kau boleh duduk”, jawab Keanu singkat.
Alice tersenyum dengan bahagia. Senyum bahagia yang pertama kali bisa ia keluarkan semenjak hari putusnya ia dengan John. Dia mengambil duduk di samping Keanu.
Sudah sejam sejak Alice duduk, tapi mereka berdua tidak mengeluarkan sepatah kata pun, mereka hanya bengong, entah sedang memikirkan apa. Lalu Keanu menuang anggur dalam gelas Alice.
“Kalau kau minum itu, kita jadian” kata Keanu.
“Kalau tidak?”
“Kalau tidak, anggap kita tidak tidak saling kenal. Sampai mati” jawabnya.
Sesaat Alice bimbang dan kemudian memandang mata Keanu. Dengan hati mantap akhirnya dia meminum anggur yang ada di gelasnya.
***
Setelah pertemuan mereka tempo hari di kedai. Alice dan Keanu mulai sering bertemu di berbagai kesempatan. Keanu yang sebenarnya hanya seorang mandor sebenarnya tidak sesuai dengan Alice, anak seorang pemborong bangunan. Tapi cinta mereka tidak mengenal status. Mereka hanya mengikuti kata hati mereka. Hingga akhirnya setelah berjalan 2 bulan, mereka mulai memikirkan secara mantap untuk melangsungkan pernikahan.
***
Suasana restoran itu sangat menyenangkan, dengan diiringi music jazz yang dimainkan seseorang di panggung yang memang disediakan di restoran tersebut, membuat para pengunjung merasa nyaman dan enjoy. Keanu dan Alice duduk di salah satu meja, sedang berbicara dengan mesra. Saling menatap mata masing-masing. Jatuh cinta. Itulah yang mereka rasakan. Serasa mereka tidak ingin melepas pandangan satu sama lain. Seakan orang disekitarnya menjadi hatim putih dan bergerak sangat lambat. Seakan hanya mereka yang merasakan bahagia. Kata pujangga, serasa dunia hanya milik berdua.
Tidak berapa lama, kedua orangtua Alice datang. Pertemuan ini memang mereka (Alice dan Keanu) rencanakan untuk berbicara dengan kedua orang tua Alice mengenai rencana pernikahan mereka. Berhubung kedua orang tua Keanu sudah meninggal dan dia adalah anak satu-satunya, jadi dia tidak mengundang siapa-siapa.
“Pa, Ma, ayo duduk”, kata Alice.
“Hai, bukankah kau Keanu Reeves? Mandor di lokasi pembangunan kan? Jadi…”, kata Ayah Alice dengan bingung.
“ah, aku sebaiknya pergi. Maaf telah mengganggu”,kata Keanu tergesa-gesa.
“Keanu apa maksudmu? Kau mau kemana?”, Alice mulai panik.
“Tunggu Keanu, duduk kembali, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan denganmu?” kata Ayah Alice, tegas.
***
“Dimana kedua orang tuamu? Kau tidak mengundang mereka?” Tanya Ayah Alice.
“Kedua orang tuaku sudah meninggal dalam kecelakaan”,jawab Keanu.
“Lalu apa pekerjaan tetapmu?”
“…”
“Apakah kau punya tempat tinggal?”, tanyanya lagi.
“Sayang, kau tidak seharusnya bicara begitu..”,kata Ibu Alice, melerai.
“Jika ayah tidak menyetujui hubungan kami, aku rela pergi dari rumah, keluar dari keluarga ini”, kata Alice tak sabar.
“Sayang, kami bukannya tidak menyetujui hubungan kalian, tapi bukankah kalian juga ingin hidup bahagia?”, tanya Ibu Alice.”Kalau begitu, Ibu sarankan Keanu untuk mencari kerja dulu, sebelum menikah denganmu, kami akan membiayai biaya perkuliahannya untuk mendapat pekerjaan yang layak..”
Ayah Alice hanya diam saja.
Lalu Alice dan Keanu saling bertemu pandang, keduanya tersenyum.
“Kami tidak masalah dengan hal itu” jawab Alice penuh kegembiraan.
***
Setelah menjalani studi selama dua tahun, Keanu pun diterima bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang arsitek bangunan. Tidak lama setelahnya, mereka berdua melangsungkan pernikahan. Pernikahan yang sudah ditunggu-tunggu sekian lama. Acara pernikahan itu berlangsung sangat meriah. Dipenuhi nuansa putih, dan di adakan di sebuah taman terbuka, a garden party. Mereka membangun rumah yang sederhana dari hasil kerja keras Keanu selama menjadi arsitek.
***
Sayup-sayup terdengar keributan di dalam rumah mungil itu. Keanu lari tergesa-gesa menuju dapur. Dapur dipenuhi oleh asap. Dengan panik dia mencari sumber asap tersebut. Asap semakin mengepul. Lalu dia melihat masakan yang sudah hangus di atas kompor. Oh, ternyata itu sumbernya. Dia lalu dengan segera mematikan kompor tersebut. Ah, Alice mungkin lupa mematikan kompornya, pikirnya.
“Ohh, betul-betul kenapa aku ini?!” Alice tiba-tiba muncul di dapur dengan masih mengenakan handuk.
“Sudahlah, kau sebaiknya cepat berangkat kerja. Kita akan berangkat bersama-sama.” Kata Keanu, penuh pengertian.
“Tapi ini sudah keberapa kalinya aku melakukan kesalahan. Oh, betul-betul aku ini kenapa? Aku selalu melupakan apa yang baru saja kulakukan. Bagaimana jika aku begini terus? Bisa-bisa nanti aku akan membakar rumah ini! Ohh, menyedihkan sekali.”
“Sudahlah, aku tetap menyayangimu walaupun kamu sudah pikun sekalipun!” tegas Keanu sambil menatap mesra pada istrinya.
Alice balas menatap Keanu, menatap ke dalam mata Keanu. Ya, aku tidak salah pilih. Dia ditakdirkan untukku. Dengan perasaan girang, Alice lalu berlari menuju kamarnya, berganti baju dan bersiap-siap ke tempat kerja. Mereka berusaha melupakan kejadian yang terjadi hari ini.
***
Beberapa hari sejak peristiwa (hampir) kebakaran.
“Sayang hari ini kau ada acara makan bersama di kantormu, kan? Kalau begitu aku akan membuatkanmu bekal spesial buatanku, oke?” Tanya Alice gembira, penuh bersemangat.
“Haha, terserah kamu saja. Asalkan tangan istriku yang cantik ini jangan sampai rusak karena membuat masakan yang enak untukku..” kata Keanu, gombal.
“Hihi, tidak akan rusak, saya hanya akan memasak kimchi, ayam goreng, dan cap cay untukmu. Dijamin tidak akan membuat tangan rusak”, jawabnya tersenyum geli.
“wuah, pasti enak sekali!”
***
“Hei semuanya, ayo berkumpul, kita mulai makan sekarang saja”, kata seseorang.
“Yosh”, jawab yang lain.
“Wah,ternyata ada juga teman kita yang beruntung mendapat istri yang baik. Sampai dibikinkan bekal segala.”
“Wah buatan rumah. Pasti enak sekali!”
“Kalau begitu kita juga harus mencobanya, ayo kita serbu bekal Keanu”
“Ayo”jawab mereka bersemangat.
“Sini aku saja yang buka” kata Keanu merebut bekal yang dipegang teman-temannya.
Lalu semua mata tertuju pada kotak makan Keanu. Keanu membuka kotak makan yang pertama.
“Wah dia membawa bekal nasi”
“wahaha, beruntung sekali”
“Ayo buka kotak satunya lagi”
“Haha, sabar, sabar” kata Keanu, geli dengan tingkah teman-temannya. Tapi setelah kotak itu terbuka..
“Nasi? Kenapa nasi lagi? Keanu, kenapa kau membawa dua kotak nasi?”
“Hah payah!”
“Haha, kau dikerjain istrimu!”
“Hahaha, sudah, sudah, ayo kita makan bersama.” Jawab seseorang melerai.
Keributan dan kegembiraan di sekitar Keanu tidak bisa menutupi perasaan kebingungan dan ketakutannya akan Alice. Terjadi lagi. Apa yang sebenarnya terjadi padamu akhir-akhir ini Alice? Tanya Keanu bimbang.
***
“Aku mau tanya pada kalian. Apa kau pernah bingung terhadap jalan yang sudah kau kenal? Seperti jalan menuju kantor atau rumah?” tanya Alice saat bertemu teman-temannya, di restoran.
“Kami tidak seperti dirimu. Dari dulu kamu kan memang payah soal arah”, jawab temannya.
“Akhir-akhir ini aku suka bermasalah untuk mencari jalan pulang” kata Alice lagi.
“Itu aneh sekali”
“iya”
Lalu semua diam, saling berpandangan satu sama lain.
“hahahaha, mungkin kau kecapaian menjadi seorang ibu rumah tangga. Memasak, melayani suami, belum lagi kau juga harus bekerja. Sudahlah ayo kita makan saja”
***
Alice sedang berjalan sepulang dari tempat kerja.
Aduh, hari ini sungguh panas sekali. Dan kenapa orang-orang yang berlalu lalang di jalan ini juga bertambah banyak dari sebelumnya? Kepalaku jadi terasa teramat berat, seperti sedang mengangkat sebuah batu besar. Eh, tunggu dulu… aku harus berjalan ke arah mana... Ini ada mana?... Kenapa semua terlihat berputar-putar? Pikiran Alice menjadi kalut. Lalu tiba-tiba, kilatan putih menyambar. Alice terjatuh. Dirinya tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Alice tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Tetapi dia tiba-tiba teringat kenangan dirinya bersama John. Yang dia ingat hanya kenangan dirinya bersama John.
“Alice! Apakah itu kau?”tanya seseorang.
Alice berbalik mencari sumber suara. Dia mengenali suara itu.
“John? Apakah itu kau? Oh, aku sangat rindu padamu!” kata Alice. “kenapa kau baru saja kembali? Darimana saja kau akhir-akhir ini? Kau kan berjanji akan menikahiku? Huh, kau sungguh jahat!”
“Hei tunggu dulu, tapi beberapa bulan yang lalu aku dengar kau sudah menikah. Itu betul kan?”
“Menikah? Siapa yang mengatakan itu padamu John? Aku tidak pernah menikah dengan siapa pun! Aku hanya mencintaimu seorang, dan kau juga begitu, bukan? Tanya Alice, bersemangat. “Oh iya, bagaimana hubunganmu dengan istrimu, apa kau masih bersamanya?”
“Tidak, aku sudah lama bercerai”
“baguslahh!” teriak Alice senang.
***
“Ma, Pa, aku pulang. Aku juga membawa seseorang untuk bertemu kalian. Kemarilah sebentar!”
“Hei, Alice sayang, tumben kau kesini, apakah ada hal penting yang ingin kau bicarakan?” tanya ibunya. “Dan siapa itu?”
“Kenapa kau membawa orang itu kemari?” teriak Ayah tiba-tiba. ”Kau seharusnya tidak bertemu dengannya lagi Alice! Dialah orang yang menghancurkan hidupmu! Dan sekarang setelah kau bahagia dengan Keanu, dia ingin kembali lagi padamu?!” lanjutnya geram.
“Maaf, sebaiknya saya segera pergi” jkata John terburu-buru.
“Ayah apa yang kau bicarakan! John, tunggu jangan pergi dulu, John!”
“Alice, tetap disini. Apa yang sebenarnya terjadi padamu?! Apakah kau sudah merasa bosan dengan Keanu jadi kau ingin kembali lagi padanya?”
“Bosan apa Ayah? Siapa Keanu?”
Tiba-tiba pintu terbuka, dan Keanu menghambur masuk ke dalam rumah.
“Alice, kau baik-baik saja? Kenapa kau tidak pulang? Aku sangat khawatir padamu” kata Keanu lega memeluk Alice.
Alice terdiam lama dalam pelukan Keanu. Kepalanya kembali pusing. Tiba-tiba semua ingatannya kembali. Setelah itu, dia jatuh, pingsan.
***
“Sayang, apakah kau keberatan jika kita pergi ke dokter memeriksakan kesehatanmu? Mengenai kelupaanmu itu?” tanya Keanu, sedikit ragu-ragu.
“Ya, aku juga bertanya-tanya ada apa, bagaimana kalo kita pergi besok saja?”
“Ya. Terserah kau”
***
“Apa kau pernah pingsan baru –baru ini karena stress berat atau putus asa?” tanya dokter itu.
“Mmm, ya. Waktu itu saya seperti kehilangan ingatan saya dengan tiba-tiba”
“hilang ingatan?”
“Ya, tapi kemudian dia kembali lagi dengan tiba-tiba”
“…, kalau begitu kita harus melakukan pengecekan pada tubuhmu, ayo kita ke ruang scan”
“Apakah harus di-scan?”
“Untuk mengetahui kejelasannya”jawab dokter itu. “Hasilnya akan diketahui minggu depan”
***
“Sayang, hari ini aku tidak bias menemanimu ke rumah sakit. Kamu bisa pergi sendiri kan? Pekerjaan di kantor sangat menumpuk”
“Ya, aku bisa pergi sendiri”, jawab Alice, tersenyum.
Sesampai di rumah sakit..
“Dok, apakah hasilnya sudah keluar?”
“Hmm, begini.. saya sebenarnya ragu-ragu mengatakannya”, kata dokter. “Dari analisa MRI dan PET scan, dan semua hasil tes yang ada… ada protein tak lazim yang menggumpal di urat nadi otakmu yang mempengaruhi sel otak. Jelas ini adalah faktor turunan. Kasus yang amat langka. Kau mengidap… penyakit Alzheimer”
“walaupun usiamu baru 27 tahun, tapi inilah yang terjadi padamu. Kematian secara mental akan terjadi padamu sebelum kematian secara fisik. Sebaiknya persiapkan dirimu untuk hal yang sudah jelas akan terjadi. Obat-obatan mungkin akan memperlambatnya, tapi hanya sebatas itu”
“Apakah kau bekerja? Kalau iya, segeralah berhenti. Segera kau tak akan bisa mengetik atau menjawab telepon, apalagi mengatur. Nyaris tidak ada yang dapat kau lakukan. Kau akan lupakan keluargamu, teman-teman dan bahkan dirimu sendiri. Semua ingatanmu akan terhapus total”
Kata-kata itu bagaikan petir yang menyambar di siang hari yang cerah. Apa yang mesti saya lakukan? Jerit Alice dalam hati. Bisakah aku mempercayai hal ini?
Tiba-tiba, pintu didobrak dari luar. Dan terlihatlah, Keanu dengan muka galau. Dia mendengar semuanya. Apa yang harus saya lakukan, aku tidak bisa lagi membahagiakan dirinya, pikir Alice, sedih. Keanu langsung berlari memeluk Alice. Alice tidak mampu lagi menampung air matanya, dia menangis sejadi-jadinya. Meratapi nasib yang diberikan Tuhan untuknya. Kenapa mesti aku?
***
Seperti yang diramalkan, penyakit pikun Alice semakin parah. Hal itu membuat Alice harus menjalani perawatan di tempat khusus. Walaupun Keanu sangat terpukul karenanya, tapi dia tetap setia mengunjungi Alice di tempat itu. Setiap kali Keanu mengunjungi istrinya, dia selalu mengenakan kacamata hitam untuk menutupi matanya yang sembab atau menutupi air matanya yang bercucuran.
Seorang perawat mendatangi Alice yang sedang memegang buku gambar berisi penuh coretan Alice yang tak keruan. “Nona Alice, kau kedatangan tamu”
Alice hanya kebingungan diberitahu hal seperti itu. Seperti biasa dia tidak pernah mengubris kedatangan suaminya.
“Hai Alice, kau masih mengenalku?” tanya Keanu sambil terisak. Pertanyaan itu hanya dibalas dengan tatapan bingung Alice. “Apakah kau sudah tidak mengenaliku? Aku adalah temanmu, teman karibmu. Kau tidak ingat?” tanyanya lagi.
Lalu Keanu bertanya kepada perawat yang berdiri disamping Alice mengenai maksud kedatangannya kali ini. Dia bermaksud membawa Alice keluar sebentar. Dia mempunyai rencana untuk mengembalikan ingatan Alice mengenai dirinya dan keluarganya. Walaupun sang perawat mengatakan itu tidak akan berhasil, tapi Keanu berhasil meyakinkan perawat tersebut untuk membawa Alice pergi.
***
Supermarket itu tidak begitu besar. Kondsinya sama seperti terakhir kali dia mengunjunginya. Keanu memapah Alice turun dari dalam mobil. Membawanya masuk kedalam supermarket.
Supermarket itu hening, tak ada seorang pun pengunjung seperti malam itu. Di sisi kiri supermarket pun berdiri seorang kasir, kasir yang sama seperti malam itu. Yang bertambah hanyalah, dua orang yang berdiri memandangi Alice di samping lemari pendingin, yang berisi berbagai minuman ringan. Keanu membiarkan Alice berjalan sendiri.
Alice bingung dengan supermarket ini. Dia merasa pernah datang ke tempat ini tapi di lain sisi dia juga merasa asing dengan tempat ini. Setelah berkeliling sendiri, Alice berhenti di sebuah lemari pendingin. Dia membuka lemari dan mengambil sekaleng Coca Cola. Saat akan meminum minuman tersebut, seseorang langsung merebut minuman itu dari tangannya. Orang itu meminum minuman Alice dengan cepat dan menghabiskannya dengan segera. Setelah minuman itu habis, dia mengembalikan kaleng minuman itu kepada Alice. Sesaat Alice memandang orang tersebut. Dia bingung. Dia seperti mengalami Déjà vu. Lalu tiba-tiba… semua ingatan itu kembali, saat ketika mereka bertemu di supermarket, saat mereka mulai berpacaran, saat mereka ditentang oleh orang tua Alice, saat mereka melangsungkan pernikahan, saat mereka menghiasi rumah bersama, saat mereka memasak bersama, saat Alice divonis oleh dokter di rumah sakit…
Keanu menunggu reaksi dari Alice. Alice terlihat sedang berfikir dengan keras. Keanu berdoa semoga Alice mengingat segalanya. Keanu berdoa agar Alice mengingat dirinya. Lalu tiba-tiba Alice menyebut namanya,” Keanu?”
Keanu tidak dapat mempercayai pendengarannya, dia langsung memeluk Alice. Tuhan mengabulkan doanya. Alice akhirnya mengingat dirinya. Alice membalas pelukan Keanu dengan erat. Mereka berpelukan dan menangis dengan tersedu-sedu.
Orang tua Alice yang melihat kejadian itu, juga menghambur memeluk keduanya. Kegembiraan mereka tidak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Mereka berpelukan dalam diam mensyukuri mukjizat Tuhan yang diberikan kepada mereka.
***
Setelah Keanu berhasil mengembalikan ingatan Alice, pihak rumah sakit mengizinkan Alice untuk tinggal di rumah bersama keluarganya. Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama seperti nama ibunya, Alicia Reeves, panggilannya Alice. Kelahiran Alice merupakan suatu keajaiban, menurut dokter. Mereka sangat bahagia dan merawat anak mereka dengan penuh kasih sayang. Walaupun kondisi Alice yang dengan perlahan mulai melupakan segala hal. Umur Alice masih bertahan sampai 5 tahun kemudian.
-THE END-
No comments:
Post a Comment